Roket Korea Selatan

Korea Selatan mengatakan satelit yang diluncurkan pada Rabu (30/1) lalu telah melakukan kontak dengan stasiun di Bumi dan mengirimkan data.

Peluncuran satelit Korea Selatan ini merupakan upaya pertama yang berhasil menempatkan roket buatan sendiri ke orbitnya.

Satelit, yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai iklim, melakukan kontak pertama pada Kamis pukul 03:27 waktu setempat.

Peluncuran satelit itu tertunda selama dua kali karena masalah teknis – peristiwa ini terjadi beberapa pekan setelah Korea Utara sukses menempatkan satelitnya di orbit.

President Lee Myung-bak menyambut baik “langkah pertama era ilmu pengetahuan luar angkasa yang penting.”

“Kita harus membuat kesempatan ini untuk meningkatkan derajat kekuatan nasional.”

Roket, yang diluncurkan dari Pusat Luar Angkasa Naro Space Center pada Rabu (30/1) sore waktu setempat, dibuat melalui kerjasama kemitraan dengan Rusia. Dua satelit sebelumnya gagal diluncurkan pada 2009 dan 2010.

Korea Selatan kini berencana untuk membuat roket buatan sendiri.

Sejauh ini belum ada reaksi dari Korea Utara, yang sebelumnya dikecam oleh PBB karena meluncurkan roket.

“Korea Utara tak seharusnya melihat (peluncuran roket oleh Korsel) sebagai ancaman karena mereka juga dapat menikmati transparansi tentang program yang kita miliki, yang berbeda dengan tindakan Korea Utara,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland.